Perempuan Peduli, Keluarga Terlindungi: Dharma Wanita FUSA Bahas Pencegahan ISPA
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. H. Zikwan, M.Ag., membuka kegiatan rutin Dharma Wanita FUSA yang mengangkat tema “Perempuan Peduli Kesehatan: Pencegahan Penyakit ISPA dalam Menghadapi Asap Karhutla”, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ny. dr. Silvia Handayani Ansusa Putra, M.KM., yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam sambutannya, Dekan FUSA menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Dharma Wanita yang tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian perempuan terhadap berbagai persoalan kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga, terutama dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kurang sehat akibat paparan asap karhutla. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman mengenai pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi hal yang penting untuk diperhatikan bersama.
Dalam pemaparannya, Ny. dr. Silvia Handayani Ansusa Putra, M.KM., menjelaskan pentingnya mengenali risiko paparan asap karhutla serta menerapkan langkah-langkah pencegahan ISPA. Upaya tersebut antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan kebutuhan cairan dan istirahat tercukupi.
Ia juga menekankan pentingnya melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit tertentu, dari paparan asap. Apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis sesuai kebutuhan.
Kegiatan rutin Dharma Wanita FUSA ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan dan keluarga sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan dampak karhutla bagi kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita FUSA berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi penggerak kepedulian kesehatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Perempuan sehat, keluarga kuat, dan lingkungan yang terjaga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan tangguh menghadapi dampak karhutla.