Mahasiswi FUSA Lola Pertiwi Teliti Pemikiran Nur Rofiah Penulis Buku “Memecah Kebisuan”

Lola Pertiwi adalah Mahasiswi Faklutas Ushuluddin dan Studi Agama(FUSA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukkan penelitian Skripsi dengan Judul “ Evaluasi Rekonstruksi Atas Q.S. An-Nisa (4):34 (studi Pemikiran Nur Rofi’ah dalam buku “ Memecah Kebisuan”)
Penelitian yang dilakukannya dilatarbelakangi oleh adanya penafsiran Nur Rofiah mengenai kewajiban nafkah pada Q.S An-Nisa ayat 34 di dalam buku Memecah Kebisuan yang tidak sesuai dengan realitas implementasi nas dan hukum menurut Jumhur Ulama. Nur Rofi’ah menyebutkan bahwasanya kewajiban yang berlaku selama ini, terkait laki-laki sebagi penanggung jawab nafkah, itu hanya bentuk hukumn yang berasal dari konstruksi masyarakat. Hal inilah yang mendorong Lola Pertiwi untuk mengevaluasi dan merekonstruksi penafsiran tersebut . melalui urgensi kritik tafsir, dengan tujuan penelitian ini mengembalikan pesan utama Alqur’an surat An-Nisa’ ayat 34 terkait perintah kewajiban dari Allah untuk laki-laki agar menjadi penanggung jawab nafkah istrinya.

Dihadapan tim penguji yang terdiri dari Dr.Moh.Junaidi Habe,S.Ag, M.Si (Ketua Sidang) dan dua orang penguji Dr. Bambang Husni Nugroho, S.Th.I, M.HI dan Ariyandi Batubara, M.Ud dan pembimbing Faisal Haitami, M.Pd, Lola Pertiwi menjelaskan hasil penelitian bahwa penafsiran Nur Rofi’ah terkait penafkah dalam Alqur’an Surat An-Nisa ayat 34 pada buku “Memecah Kebisuan” memiliki tingkat kualitas dan universilitas yang sedang , namun orisanilitasnya tinggi karena merupakan kajian lapangan.
Mahasiswi bercadar ini juga menjelaskan riset ini melihat, bahwa penafsiran Nur Rofi’ah cendrung memiliki interpretasi yang kurang mendalam dan kurang konsisten dengan sumber teori yang digunakannya. Kajian ini juga mendapati adanya beberapa elemen dalam tafsir Nur Rofi’ah yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar penafsiran Alqur’an yang telah disepakati oleh mayoritas ulama .
Lola Pertiwi menyarankan dalam penelitiannya perkembangan lebih lanjut terkait kritisasi tafsir-tafsir modren, serta mengaris bawaihi pentingnya pemahaman yang komprehensif dan kontekstual terhadap Nas dalam upaya penafsiran Al-Qur’an.