Dalam upaya menumbuhkan semangat intelektual dan memperluas wawasan keilmuan, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) kembali menunjukkan komitmennya sebagai generasi akademisi yang kritis dan dinamis. Kali ini, para mahasiswa mengadakan kegiatan diskusi ilmiah bertajuk “Al-Qur’an dalam Pemikiran Para Mufassir” yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Diskusi ini menjadi tonggak pembuka rangkaian kegiatan ilmiah yang dirancang untuk berlangsung secara rutin setiap bulan, dimulai periode Maret yang lalu hingga November mendatang. Tujuannya tidak lain untuk menciptakan ruang dialektika akademik, memperkaya wawasan keilmuan Al-Qur’an, dan menjembatani pertukaran gagasan antara mahasiswa dan para dosen sebagai pembimbing intelektual.
Ketua Prodi IAT, Dr. Bambang Husni Nugroho, S.Th.I., M.H.I. menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif mahasiswa yang merancang diskusi ilmiah ini. Menurut beliau, kegiatan semacam ini menjadi salah satu wujud nyata dari semangat akademik yang harus selalu dijaga di lingkungan perguruan tinggi, terlebih dalam kajian-kajian Al-Qur’an yang senantiasa berkembang mengikuti zaman.
Kegiatan diskusi ilmiah ini menjadi ajang yang tidak hanya mempertemukan para mahasiswa lintas angkatan, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung dengan para dosen yang memiliki kepakaran di bidang Tafsir Al-Qur’an. Dengan mengusung tema “Al-Qur’an dalam Pemikiran Para Mufassir”, diskusi ini diharapkan mampu mengasah nalar kritis mahasiswa untuk menelusuri ragam metode penafsiran Al-Qur’an dari masa ke masa.
Mahasiswa diharapkan dapat menindaklanjuti kegiatan diskusi bulanan ini dengan memperkaya literatur, berdialog lintas pemikiran, dan berani menuangkan gagasannya dalam karya ilmiah. Para dosen pun berpesan agar forum ini menjadi agenda rutin, baik secara daring maupun luring, agar semangat akademik tetap hidup meski di tengah berbagai keterbatasan.
Untuk melihat jadwal lengkap diskusi ilmiah, klik di sini
One Response
Semoga kita sebagai mahasiswa/i bisa lebih semngt berdialog lintas pemikiran dan berani menuangkan gagasannya mnjadi sebuah artikel ilmiah✊🏻