Fusa online– Kepala bagian TU Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA)UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indra yadi, M.Pd.I memimpin rapat pada Kamis. (08/05/2025) bersama tenaga kependidikan FUSA dalam agenda melakukan gagasan baru sebagai inovasi dalam pengelolaan Apataur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan Analisis Beban Kerja (ABK) di lingkungan FUSA.
Program ini ia lakukan sebagai sumbangan pemikiran sebgai tugas aksi perubahan dalam peserta Diklat Kepemimpinan Administrator Kementerian Agama angkatan XVII Tahun 2025 yang sedang berlangsung saat ini.
Gagasan tersebut akan menjadi role model bagi unit kerja lain yang tidak hanya pada lingkungan UIN STS Jambi bahkan Nasional.
Dalam rapat teresebut Indra Yadi mengatakan Program aksi perubahan ini akan diberi judul “ Optimalisasi Kenerja ASN berbasis beban kerja” judul ini merupakan hasil bedah dan diskusi bersama mentor pada Diklat Kepemimpinan Administrator Kementerian Agama angkatan XVII Tahun 2025 baik dari balai diklat maupun mentor dari atasannya yakni Dekan FUSA H.Zikwan.
“ ya aksi perubahan ini sebagai role model dalam penaganan beban kerja ASN di FUSA dan ini juga tugas saya seabgai pesrta Diklat tersebut” Katanya Indra Yadi
Indra menjelaskan selama ini di FUSA mengahadapi tanatang berupa distribusi tugas yang tidak merata, yang berakar pada kontrak kerja yang belum berbasis beban kerja. Kondisi ini memicu penurunan produktivitas, kurang dan menurunnya harmonisasi antar pegawai, penilaian kenerja yang subjektif, dan kesulitan dalam memberi reword penghargaan maupuin sanksi yang adil.
Untuk suksesnya proigram aksi perubahan tersebut Indra yadi mebentuk tim kerja yang terdiri dari tengan kependdiikan dan unsur pimpinan FUSA dalam pembetukan struktur tim pembagian tugas, serta menyusun rencana kerja implemnatsi analissi beban kerja.
“Tahap awal, fokus kita adalah pada tenaga kependidikan di FUSA,sebagai garda terdepan dalam pelayanan” jelas Indra. “Namun, kita punya visi yang lebih luas. Kami berharap model ini bisa diterapkan juga pada dosen dengan tugas tambahan, bahkan diadopsi di tingkat universitas.”
Solusi yang diusulkan adalah mengintegrasikan analisis beban kerja ke dalam penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) ASN, dengan memanfaatkan sistem e-Kinerja BKN, yang nantinya akan dibuat aplikasi pendamping untuk jangka menengah dan panjang. Dengan demikian, beban kerja diharapkan dapat terdistribusi secara proporsional, mendorong peningkatan motivasi, disiplin, dan produktivitas pegawai.
Dr. H. Zikwan, M.Ag., selaku mentor sekaligus Dekan FUSA memberikan bimbingan dan dukungan selama proses implementasi. Tim ini juga melibatkan sejumlah pegawai FUSA lainnya, yaitu Fatimah Rahmiati, Abdurrahman, M. Ridwan, Ardiansyah, Lisdian Widowati, dan Denny Charizan Fitriyani, yang memiliki peran spesifik dalam pengumpulan regulasi, data, pengembangan fitur website,aplikasi dan pengolahan data.
“Kami sangat serius dalam menjalankan aksi perubahan ini,” tegas Indra. “Ini bukan sekadar proyek, tetapi komitmen untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik di UIN Jambi.” Pihak fakultas optimis bahwa inisiatif ini akan membawa dampak positif, seperti efisiensi anggaran, peningkatan kualitas layanan, dan peningkatan citra institusi.