Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi Al-Qur’an yang tidak hanya berhenti pada aspek tekstual, tetapi juga merambah ranah sosial kemasyarakatan, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) kembali menyelenggarakan diskusi ilmiah bersama para dosen. Diskusi kali ini mengusung tema “Al-Qur’an dan Sosial Masyarakat” yang dilaksanakan secara daring.
Menariknya, kegiatan ini bukanlah agenda baru. Diskusi ilmiah ini telah rutin diadakan sejak tahun 2022 hingga 2023 dan kembali berlanjut di tahun 2024 ini sebagai bentuk komitmen Prodi untuk terus menghadirkan ruang diskusi keilmuan yang berkesinambungan. Kegiatan diskusi rutin ini diadakan setiap bulan dan menjadi salah satu program unggulan yang dinanti-nantikan oleh mahasiswa IAT.
Ketua Program Studi saat ini Dr. Ahmad Taufik, MA.Hum mendukung penuh kegiatan ini. Dalam paparannya saat pembukaan kegiatan, beliau membahas bagaimana Al-Qur’an tidak hanya membicarakan persoalan ritual ibadah, tetapi juga secara komprehensif mengatur tata hubungan manusia dalam masyarakat.
Dalam sambutannya itu, Dr. Ahmad Taufik, MA.Hum menekankan bahwa Al-Qur’an pada hakikatnya adalah kitab petunjuk yang membumikan nilai-nilai kemanusiaan. “Ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, tetapi juga menekankan hubungan horizontal dengan sesama manusia. Inilah yang menjadi dasar lahirnya nilai-nilai keadilan sosial, tolong-menolong, persaudaraan, hingga pemberdayaan masyarakat,” ungkap beliau saat membuka kegiatan diskusi ilmiah bulanan ini.
Suasana diskusi berjalan hangat dan penuh antusiasme. Para mahasiswa yang bergabung tampak aktif menyimak setiap materi yang disampaikan. Berbagai persoalan sosial yang relevan dengan konteks masyarakat modern pun turut dibedah, Beberapa mahasiswa pun tak ragu mengajukan pertanyaan kritis, misalnya bagaimana implementasi nilai-nilai sosial Al-Qur’an dapat diaplikasikan di lingkungan sekitar mereka yang kian kompleks. Ada juga yang menyinggung fenomena maraknya ujaran kebencian di media sosial, dan bagaimana spirit Al-Qur’an dapat menjadi penyejuk di tengah iklim komunikasi publik yang mudah terpolarisasi.
Diskusi ilmiah yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi momentum reflektif bagi para mahasiswa untuk memaknai kembali peran mereka sebagai generasi penerus yang tidak hanya paham kitab suci secara teoritik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sosial nyata.
Untuk melihat jadwal lengkap diskusi ilmiah, klik di sini
One Response
Semoga dengan adanya kgiatan diskusi ilmiah ini,yang laksanakan secara rutin ini menjadi momentum terbaiki bagi para mahasiswa/i untuk memaknai kembali peran mereka sebagai generasi penerus yang tidak hanya paham kitab suci secara teoritik, tetapi juga mampu mengaktualisasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sosial nyata.