MENDALO – Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) menggelar konferensi internasional, dengan tema “The First International Conference on Qur’an, Tradition, and Contemporary Issues: Redefining the Roles of Religion in Addressing Social Problems“. Konferensi ini bertujuan untuk melihat peran agama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial. Kelompok keagamaan seharusnya bukanlah menjadi ancaman, melainkan dapat memainkan peran penting dan berkontribusi besar untuk kemajuan peradaban umat manusia. Selain itu, konferensi ini juga merupakan upaya harmonisasi antara pemahaman teks keagamaan dengan tradisi-tradisi yang seringkali dianggap bertentangan dengan ideologi keagamaan.
Acara konferensi ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. As’ad, M.Pd., di Gedung GCR, Amphitheater Lantai 1, Wing B pada Selasa, 21 Mei 2024. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Prodi IAT FUSA dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Keynote Speaker dalam acara ini adalah Prof. Madya Dr. Ahmad Sanusi Azmi, dari Islamic Science University of Malaysia (USIM), Malaysia. Alumni S3 University of Birmingham, Inggris. Dr. Zulhilmi bin Mohamed Nor, dari Islamic Science University of Malaysia (USIM), Malaysia. Prof. Dr. H. Ahmad Syukri Saleh, MA., dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Prof. Dr. Supian Ramli, M. Ag. (Universitas Jambi).
Konferensi ini diikuti oleh para presenter dari tiga negara, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Mesir. Para presenter juga berasal dari beberapa kampus terkemuka, mulai dari Canal Suez University (Mesir), Universitas Antar Bangsa (Malaysia), ISTAC IIUM (Malaysia), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Sultan Fatah University, Sebelas Maret University, UIN Walisongo Semarang, , UIN Antasari Banjarmasin, UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Islam Darussalam Ciamis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, STAI Imam Asy Syafii Pekanbaru, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Institut Al-Fithrah Surabaya, Universitas IsIam Negeri Raden Fatah Palembang, STAI-PIQ Sumatera Barat, Institut Agama Islam Sumatera Barat, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah Lamongan (Jawa Timur), hingga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya konferensi ini, sebagai wadah transfer ilmu. Dia menekankan perlunya kajian mendalam mengenai Al-Qur’an, tradisi, dan isu kontemporer. “Penting bagi kita mengkaji dan memahami AlQur’an. “Perlu melihat relevansi Al Qur’an dalam menghadapi tantangan zaman modern,” tandasnya.
Rektor semakin optimis UIN STS Jambi dapat segera meraih akreditasi unggul dengan menyelenggarakan konferensi internasional ini. “Konferensi ini salah satu upaya kita untuk mewujudkan kampus reservasi kebaikan dan keunggulan. Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi kita dapat mencapai akreditasi unggul untuk UIN STS Jambi,” ujar Prof. As’ad.
Konferensi ini diikuti oleh presenter dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Mesir. Presenter banyak berasal dari kampus terkemuka, baik dalam dan luar negeri. Subtema yang diangkat pada konferensi mencakup berbagai topik. Mulai dari Tafsir Al Qur’an dan perubahan sosial, moderasi beragama, pendidikan, pluralisme, dan deradikalisasi, hingga persoalan kultur dan peradaban islam.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd mengucapkan terima kasih, atas partisipasi aktif dari seluruh peserta dan pembicara. “Dari 130 abstrak yang masuk, setelah seleksi yang cukup ketat, tim reviewer memutuskan 60 abstrak yang lolos. Dari presenter yang lolos, sebanyak 22 presenter melakukan presentasi secara offline, selebihnya melalui aplikasi zoom meeting,” jelas Prof. Kasful, di Amphiteater Wing B GCR UIN STS Jambi.
Dia berharap, melalui konferensi ini, dapat melihat bagaimana peran agama dalam menyelesaikan isu-isu kontemporer, baik tingkat lokal dan skala nasional. Sehingga Al Qur’an dan tradisi dapat berdialog dan relevan dengan segala situasi dan kondisi masyarakat dunia saat ini.
Konferensi ini akan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 21 s.d. 22 Mei 2024, dengan berbagai sesi paralel dan panel diskusi. Pada hari pertama, presenter dari berbagai negara menyampaikan pandangannya. Mereka membahas berbagai aspek mengenai relevansi Al-Qur’an dalam konteks modern.