Amirul Hakim.S.Sy, M.Sh Dari Malaysia Jadi Pembicara Pada TAMARU FUSA, Pentingnya Peran Ilmu dan Akhlak dalam Peradaban
Fusa Online : Amirul Hakim bin Ahmad Nadzri, S.Sy, M.Sh dari As Sofa Islamic College Malaysia menjadi pembicara pada kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Baru (TAMARU) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Di Hadapan 171 mahasiswa baru FUSA bertempat di GCR Wing.C, kamis, (11/092025) Hakim menyampaikan peran penting Ilmu dan Akhlaq dalam Peradaban
Ia menyampaikanmembangun peradaban adalah amanah besar dalam Islam, dan fondasinya terletak pada perpaduan harmonis antara ilmu dan akhlak mulia. Ini bukan sekadar tentang kemajuan teknologi atau ekonomi, melainkan penciptaan masyarakat yang berkeadilan, berpengetahuan, dan beretika. Proses ini adalah Proses Berkelanjutan, menuntut komitmen setiap individu untuk berkontribusi sepanjang hayat demi kemajuan umat manusia.
Menurutnya Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan menuju kemajuan. Islam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu dalam segala bidang, baik agama maupun dunia. Pengetahuan dalam sains, kedokteran, teknik, dan seni adalah modal untuk inovasi dan solusi bagi tantangan zaman, esensial untuk Membangun Peradaban yang kokoh.
Namun, ilmu tanpa akhlak dapat menjadi pedang bermata dua. Sejarah mencatat bagaimana ilmu yang tidak dilandasi moralitas justru dapat digunakan untuk kehancuran. Oleh karena itu, akhlak adalah kendali yang memastikan ilmu digunakan untuk kebaikan, bukan keserakahan atau penindasan.

Lanjutanya ia mengajak para mahasiswa baru untuk memahami akhlak, karena Akhlak mulia, seperti kejujuran, keadilan, amanah, dan toleransi, adalah perekat sosial. Mereka membentuk masyarakat yang harmonis, saling percaya, dan bekerja sama. Tanpa akhlak, meskipun sebuah peradaban memiliki ilmu yang tinggi, ia akan rapuh dan mudah runtuh dari dalam.
Ketika ilmu dan akhlak bersatu, lahirlah inovasi yang bertanggung jawab dan kepemimpinan yang berintegritas. Para ilmuwan Muslim di masa lalu tidak hanya unggul dalam penemuan ilmiah, tetapi juga dikenal karena ketakwaan dan kemuliaan akhlaknya, menjadi teladan dalam Membangun Peradaban.
Pendidikan memegang peran sentral dalam Membangun Peradaban ini. Kurikulum harus dirancang untuk tidak hanya memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini. Sekolah dan keluarga adalah garda terdepan dalam membentuk generasi masa depan yang berilmu dan berakhlak.
Sikap Haus Ilmu Abadi harus ditanamkan dalam setiap individu, didorong oleh pemahaman bahwa mencari ilmu adalah ibadah. Setiap penemuan baru dan setiap pengembangan keahlian harus diniatkan untuk kemaslahatan umat dan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Proses Membangun Peradaban ini juga menuntut kolaborasi dan solidaritas. Ilmu dan akhlak yang dimiliki oleh individu harus saling melengkapi dan mendukung dalam lingkup yang lebih luas, menciptakan sinergi positif yang mendorong kemajuan kolektif.
Kegiatan yang dipandu oleh wakil Dekan FUSA Prof.Dr. D.I Ansusa, Lc.MA.Hum menyampaikan kehadiran ustazd amirul hakim dari Malaysia dalam rangka menyerah secara langsung mahasiswa internasioan yang berasal dari Malaysia yang kuliah di UIN STS Jambi
Untuk Tahun Ini ada 27 orang mahasiswa Malaysia 7 orang dianataranya memilih prodi yang ada di FUSA. Kita harap kerjasama ini selalu ditingkatkan pada masa mendatang.